Kamis, 07 Mei 2009

KATAK HIJAU

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan ini tak lepas dari interaksi antar makhluk hidup. Seperti halnya katak, yang memiliki peranan dan dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan, objek penelitian, dan banyak lagi.
Sebelumnya telah kita pelajari dalam tutorial praktikum biologi bahwa pengelompokkan hewan secara garis besar terbagi mejadi dua. Kita telah mengenal hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) dan hewan vertebrate (bertulang belakang).
Pada praktikum ini kita akan mengenal karakteristik, anatomi, dan fisiologi dari katak. Katak termasuk kedalam kelompok vertebrate. Katak sendiri dikelompokkan kedalam kelas amphibia dan dikelompokkan lagi menjadi 3 subkelas yaitu : Stegocephala, Caudate, dan Salienta ( Anura ). Nama latinnya Rana cancrivora. Secara garis besar bentuk daripada katak yaitu badan yang ditutupi kulit yang basah dan lembab, warna tubuh hijau, warna varian lainnya kuning, merah, hitam dan corak kombinasi warna-warna tadi. Kulitnya dilapisi mucous atau lendir. Jantung ( cor ) terdiri dari 3 ruangan yaitu : 2 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik). Respirasinya dengan paru-paru dan kulit. Fertilisasi secara internal dan eksternal. Temperatur tubuhnya menyesuaikan dengan lingkungan.
Di Indonesia sendiri katak ini mempunyai nama khas sendiri berdasar bentuk, warna dan wilayah penyebarannya seperti Bancet, Domas, Cakung dan lain sebagainya.
Seiring perkembangan zaman dan pemikiran serta pengalaman, Terkumpullah menjadi sebuah ilmu yang mempelajari tentang katak. Baik itu dari cara hidupnya, sampai bagaimana cara bisa mengambil memanfaatkannya untuk kepentingan manusia dan lingkungan.
Untuk itu, kami sangat tertarik untuk mengetahui cara hidup katak untuk manambah ilmu pengetahuan kami. Selain itu juga kami ingin mengetahui manfaatnya bagi manusia dan lingkungan.

1.2 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dari prakikum dan pembuatan makalah ini, yakni :
Menyebutkan karakteristik Rana cancrivora
Menentukan apparatus digestivus (saluran pencernaan) Rana cancrivora
Menentukan apparatus respiratorius (saluran pernapasan) Rana cancrivora
Menentukan apparatus urogenitalis Rana cancrivora
Menunjukkan sistem sirkulasi Rana cancrivora
Mengetahui cara membedah tubuh Rana cancrivora

1.3 Alat dan Bahan

a. Alat
- pinset
- gunting
- bak preparat
- pisau
- plastik

b. Bahan
- Satu ekor katak hijau

1.4 Cara Kerja

Adapun cara dalam mebedah tubuh ikan mas yaitu :
lakukan pembiusan dengan menggunakan eter atau kloroform
Posisi diterlentangkan pada punggungnya
Jepit kulit bagian perut oleh pinset
Gunting kulit perut katak membujur dari ujung posterior ke arah anterior, lalu gunting kulit perut katak ke arah lateral tubuh katak
Sayat dengan hati-hati untuk memisahkan kulit daging dengan jeroan agar tidak ada jeroan yang rusak
Amati organ-organ dalam seperti salutan pencernaan, sistem respirasi, dan saluran urogenital
Gambar dan beri keterangan masing-masing sistem


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Taksonomi

Phylum : Chordata
Sub-Phylum : Vertebrata
Classis : Amphibia
Sub-Classis : Salienta (Anura)
Ordo : Diplasiocoela
Familia : Ranidae
Genus : Rana
Spesies : Rana cancrivora


2.2 Morfologi Katak Hijau (Rana cancrivora)
Katak termasuk kedalam kelompok vertebrate. Katak sendiri dikelompokkan kedalam kelas amphibia dan dikelompokkan lagi menjadi 3 subkelas yaitu : Stegocephala, Caudate, dan Salienta ( Anura ). Nama latinnya Rana cancrivora.
Secara garis besar bentuk daripada katak yaitu badan yang ditutupi kulit yang basah, lembab dan terdapat kelenjar-kelenjar, warna tubuh hijau, warna varian lainnya kuning, merah, hitam dan corak kombinasi warna-warna tadi. Kulitnya dilapisi mucous atau lendir.
Pada dasarnya tubuh katak dibagi menjadi tiga bagian, yakni kepala (caput), badan ( truncus), dan anggota gerak (extremitas). Pada bagian caput terdapat celah mulut (rima oris) yang dibangun oleh maxilla dan mandibula. Lubang hidung luar (nares externa) yang berjumlah sepasang dan menembus sampai ke rongga mulut. Mata (organon visus) yang besar. Pada mata terdapat selaput mata khas pada katak, yakni membrana nictitans. Seain itu juga terdapat pupil, iris dan sepasang kelopak mata pada masing-masing mata (atas dan bawah).
Pada bagian truncus ­katak, ditutupi kulit yang selalu basah, halus, berlendir, dan terdapat kelenjar-kelenjar seperti kelenjar yang menghasilkan pigmen warna kulit katak dan kelenjar yang menghasilkan mucous. Daerah truncus yang dilapisi kulit, memiliki tekstur kulit yang berlipat-lipat yang terbentuk dari penebalan kulit. Ada lipatan yang menjulur sepanjang punggung yang disebut juga plicae dermales dorsolateralis dan ada juga lipatan kulit yang tidak teratur di bagian-bagian samping-punggung katak ­yang disebut juga plicae dermales longitudinale. Anus/lubang pengeluaran sisa pencernaan dan peneluaran zat-zat eksresi, terdapat pada ujung posterior tubuh.
Pada bagian extremitas terdiri dari anggota gerak depan (e. Anterior) dan anggota gerak belakang (e. Posterior). Anggota gerak depan berjumlah sepasang, masing masing mempunyai bagian, yakni lengan atas “brachium” (disokong oleh os humerus), lengan bawah “antebrachium” (disokong oleh os radio-ulna), dan telapak “manus” ( disokong oleh os carpus dan os metacarpus). Pada bagian extremitas anterior memiliki 4 buah jari-jari (digiti) tidak ditemukan selaput renang (membrana digiti). Anggota gerak belakang juga berjumlah sepasang, masing masing mempunyai bagian, yakni paha “femur” (disokong oleh os femur), kaki bawah-betis “crus” (disokong oleh os tibia-fibula), dan telapak kaki “pes” (disokong oleh os tarsus dan os metatarsus). Pada bagian extremitas posterior memiliki 5 buah jari-jari (digiti) dan memiliki selaput renang (membrana digiti).



2.3 Sistem Pencernaan Rana cancrivora
Saluran pencernaan katak terdiri atas mulut (oris), pharynx, kerongkongan (oesofagus), lambung (ventrikulus), usus (intestinum), dan cloaca. Rongga mulut (cavum oris) dibentuk oleh rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibula) yang terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, kandung empedu, dan pancreas.
Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit dan berbentuk huruf V disebut gigi vormer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Selain itu juga, terdapat gigi-gigi halus yang tersusun dipinggir maxilla, yakni dentes maxillaris. Lidah pada katak bercabang dua (lingua bifida), berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Jika ada serangga ituakan melekat pada lidah yang berlendir. Sesudah masuk mulut, makanan ditelan melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus. Dinding usus mengandung kapiler darah dan di sini sari-sari makanan diserap. Selanjutnya sisa makanan didorong keluar menuju kloaka.








Gambar sistem pencernaan katak
2.4 Sistem Peredaran Darah Rana cancrivora
Sistem peredaran darah pada katak (Rana cancrivora) termasuk sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Jantung katak terbagi menjadi tiga ruangan, yakni serambi kiri dan kanan serta satu bilik.
Darah dari seluruh tubuh yang telah banyak mengambil CO2 dari jaringan mengalir ke sinus venosus dan kemudian masuk ke serambi kanan. Dari serambi kanan, darah mengambil ke bilik, kemudian darah dipompa ke luar melalui arteri pulmonalis. Selanjutnya darah mengalir melalui : arteri pulmonalis à paru-paru (terjadi difusi O2) à vena pulmonalis à serambi kiri. Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah kecil. Kemudian darah masuk ke bilik dan mengalir melalui : bilik à konus arteriosus à aorta ventralis à seluruh tubuh.
Di dalam bilik jantung, darah kotor (banyak kandungan CO2) dari serambi kanan bercampur dengan darah bersih (kaya O2) dari serambi kiri. Hali ini akan mempengaruhi efisiensi suplai oksigen.
Dengan demikian, peredaran darah katak merupakan peredaran darah ganda, yaitu pertama darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian ke jantung lagi, dan kedua darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh lagi.





Gambar jantung katak
2.3 Sist. Respirasi Rana cancrivora
Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis.
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas juga dengan paruparu walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia.
Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek.
Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Otot Sternohioideus berkonstraksi sehingga rongga mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane. Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru dan sebaliknya, karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka. Bersamaan dengan itu, otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar.

2.4 Sist. Urogenital Rana cancrivora
Katak mempunyai urogenitalia atau alat kelamin yang terdapat pada jantan dan betina diantaranya :
Organa genitalia masculina (alat kelamin pada jantan)
Testis : sepasang, letaknya berdekatan dan ventral dari ren, alat penggantungnya disebut mesorchium. Spermatozoa yang dihasilkan testis ini dialirkan melalui beberapa saluran kecil yaitu vasa efferentia, yang kemudian dibagian anterior dari ren berhubungan dengan tubuli urinferi, terus mengalir ke bawah dan bersatu dengan ureter.
Ductus urospermaticus
Vesicula seminalis
Corpus adiposum (badan lemak) : sepasang, masing-masing terdapat pada bagian anterior testis atau ovarium (terdapat pada jantan dan betina), warna putih-kuning, merupakan persediaan kalori pada musim kawin (Breeding season) atau pada waktu hibernation (tidur musim dingin).
Organa genitalia femina (organ kelamin betina), terdiri dari :
Ovarium : sepasang, penghasil ova, ventral dari ren dan alat penggantungnya disebut mesovarium. Ova yang masak dilepaskan kedalam coelom, kemudian masuk kedalam.
Oviduct : saluran telur, sepasang, kiri-kanan dari ren, berbelit-belit dan mempunyai bagian-bagian.
Ostium : ujung dari oviduct, disebelah kiri dan kanan dari oesophagus.
Infundibulum
Uterus : bagian oviduct yang membesar, posterior dari oviduct.
Corpus adiposum (badan lemak) : seperti pada hewan jantan.









BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Morfologi katak

Tubuh katak terdiri dari caput (kepala), truncus (badan), extremitas (anggota badan). Pada caput (kepala) terdiri dari maxilla (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah), nares anteriorus (nares externa) lubang hidung luar sepasang dan menembus ke cavum oris (rongga mulut), organon visus (mata) : bentuknya besar dan mempunyai palpebra superior (kelopak mata atas), palpebra inferior (kelopak mata atas). Membrana nictitans (selaput mata), pupil mempunyai bentuk seperti belah ketupat, irisnya berwarna keemas-emasan, membrana tympani ( gendang telinga) ,dan anulus tympanicus.
Pada bagian truncus (badan) terdiri dari dermal (kulit), daerah truncus memiliki plicae dermales dorsolaterales yaitu lipatan yang terbentuk oleh penebalan kulit, anus (lubang pengeluaran). Pada bagian extremitas terdiri dari anggota gerak depan (e. Anterior) dan anggota gerak belakang (e. Posterior). Pada bagian anterior terdiri dari brachium (lengan atas), antebrachium (lengan bawah), manus (telapak). Sedangkan pada bagian posterior terdiri dari femur (paha), crus (betis), pes (telapak kaki).











3.4 Sistem Urogenital
Tractus urogenitalia terdiri dari 2 yaitu Organa uropoetica dan Organa genitalia. Organa uropoetica yaitu alat-alat eksresi, diantaranya ren (ginjal), ureter (saluran kencing), vesica urinaria (kandung kencing). Lalu organa genitalia yaitu alat kelamin terdiri dari organa genitalia masculina (jantan) dan organa genitalia femina (betina). Pada organa genitalia masculina terdiri dari sepasang testis, ductus urospermaticus, vesicula seminalis, dan sepasang corpus adiposum (badan lemak). Lalu pada organa genitalia femina terdiri atas sepasang ovarium, oviduct (saluran telur), ostium, infundibulum, uterus, corpus adiposum (badan lemak).
Gambar sistem uragenital











3.5 Cara Membedah Tubuh Katak

Katak dibius dengan menggunakan eter atau chloroform, kemudian diterlentangkan pada punggungnya.
Di bagian medial, kulitnya digunting mulai dari ujung posterior sampai ke ujung anterior, dan juga ke arah lateral menuju anggota tubuh. Pada saat membuka kulit, perhatikan bahwa kulit tidak seluruhnya menempel pada musculi (otot daging) di bagian bawahnya, melainkan pada beberapa tempat saja, sehingga membentuk ruangan-ruangan diantara kulit dan otot daging yang di sebut kantong limpa. Lalu otot daging dibuka pula, dengan menggunting (menyayat) di bagan kiri dan kanan linea alba (digaris medial) mulai dari ujung posterior sampai ke batas caput (kepala).
Pada watu menyayat harus hati-hati, sebab tepat dibawah linea alba terdapat vena abdominalis. Juga ke arah lateral menuju anggota badan, musculi disayat.
Pelajari bagian-bagian skelet. Pada section dimulai pelajari dan amati antara lain m. Sternoradialis, m. Submandibularis, m. Pectolaris, m. Deltoidalis, m. Rectus abdominis, m. obliquus abdominis externus, m. obliquus abdominis internus, linea alba, vasa cutanea.
Amati organ – organ dalam seperti saluran pencernaan (digestivus) dan alat-alat reproduksinya.

























BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum ini dapat diambil kesimpulan bahwa tubuh Rana cancrivora terdiri atas tiga bagian yaitu : Kepala (Caput), Dada (thorax) dan anggota gerak (extremitas) Kepala terdiri atas mata (organon sus), rongga mulut (cavumoris), cekung hidung (Fovea nasalis) dan tutup insang (Apparatus operculare). Bagian Trunchus (Badan) Terdapat : sisik (Squama) dengan tipe cycloid, sirip (pinnae) yang terdiri atas sirip dada (pinnae torakhalis), sirip dubur (Pinnae analis), Sirip perut (p.Abdominalis), sirip ekor (p.caudalis) dan sirip punggung (pinn dorsalis). Selain itu juga terdapat gurat sisi (linea lateralis) yang membujur di sepanjang kedua sisi tubuh sampai ekor. Ekor hanya terdapat sirip belakang saja.
Ikan mas memiliki insang sebagai alat pernafasan. Jantung ikan terdiri dua ruang (satu atrium dan satu ventrikel). Ikan berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Fertilisasi ikan terjadi secara eksternal yakni pembuahan yang terjadi diluar tubuh ikan yaitu di dalam air.
Sebelum membedah tubuh ikan, harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
Kulit ikan dibersihkan agar lumpur atau kerikil hilang
Posisi ikan dihadapkan ke arah kiri
Bersihkan sisik ikan, agar dapat dilihat susunan otot ( Myomer ).
Sectio mulai dari belakana anus ( jangan memotong anus atau papilla urogenitalis ), kemudian ke dorsal ( atas ) dan ke depan sampai ke apparatuss opercularis kemudian ke bawah dan selanjutnya ke belakang atau sampai cranial atau depan anus.
Tulang rusuk dipotong, agar dapat melihat organ-organ bagian dalam.
Lakukan pemisahan masing-masing system secara hati-hati agar jaringan organ tidak rusak.
Secara umum, banyak jenis ikan yang dimanfaatkan manusia untuk memenuhi bahan pangan. Selain itu, ikan dapat pula dimanfaatkan untuk bahan penelitian, kesenangan, dan rekreasi.
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan salah satu sumber protein hewani, dibidanglain, memancing ikan merupakan salah satu jenis olahraga atau rekreasi yang digemari dan memelihara ikan dalam aquarium atau kolam termasuk hobi yang dapat memberi hiburan bagi manusia.

4.2 Saran
Sosialisasi hewan-hewan yang sangat produktif sangat diperlukan oleh masyarakat kita, seperti hewan pada percobaan ini yakni, katak. Kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan dari Rana cancrivora manyebabkan masyarakat kurang memahami betapa penting dan banyaknya manfaat dari katak bagi masyarakat.
Agar sasaran dan tujuan percobaan ini dapat dimengerti dan dipahami oleh praktikan lebih dalam sehingga bisa diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.
Waktu yang diperlukan untuk mengamati objek terlalu sedikit, seharusnya diperpanjang agar hasil pengamatan yang kita peroleh lebih baik.
Alat-alat dan bahan pendukung pratikum sebaiknya lebih lengkap dan diproritaskan untuk perorangan yang dimaksud agar lebih paham dan lebih dimengerti oleh pratikan, untuk mendapat hasil yang diperoleh lebih baik.













BAB V
DAFTAR PUSTAKA




Sujadi, Bogod.2004. Biology of Science. Trunobio : Bogor.


Campbell, N.A, J.B. Reece, and L.G Michael. 2000. Concept and Connection. 3rd ed. Addison Wesley Longman Inc. 809p

F. Lytle,Charles.1976.General Zoology. Mc. Graw Hill : London.

Pukul 18.00, Minggu, 19 Oktober 2008. http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=frog&action=redlink=1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar