Kamis, 07 Mei 2009

cacing tanah dan serangga

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita telah mengenal berbagai hewan bertulang belakang (vertebrata) maupun hewan tak bertulang belakang (invertebrata) di lingkungan sekitar kita. Salah satunya adalah cacing tanah (Lumbricus terrestis) yang merupakan salah satu contoh dari hewan tak bertulang belakang yang mempunyai ciri yaitu tubuh lunak dan tak berangka yang memudahkannya hidup didalam tanah. Aktivitas cacing tanah ini membantu menggeburkan tanah dan sangat bermanfaat sekali dalam bidang pertanian.
Hewan tak bertulang belakang lainnya adalah lebah (Apis) yang termasuk Phylum Artrhopoda (serangga). Lebah pun banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia, dengan madu yang diproduksinya yang bermanfaat dalam bidang kesehatan, kini lebih banyak lebah yang dibudidaya oleh manusia.
Dengan berbagai perkembangan pengalaman yang ada, terkumpulah menjadi sebuah ilmu yang mempelajari karakteristik hewan-hewan tersebut, tentang bagaimana cara hidupnya sampai bagaimana cara bisa mengambil manfaat lainya. Untuk itu kedua hewan tersebut ditambah dengan beberapa serangga yang berhubungan dengan ternak yang dijadikan sebagai objek percobaan pada praktikum biologi ini.

1.2 Maksud dan Tujuan
a. Lumbricus terrestis (cacing tanah)
Menyebut karakteristik dari Lumbricus terrestis
Menunjukan Apparatus digestorius (saluran pencernaan) Lumbricus terrestis
Menunjukan Apparatus respiratorius (saluran pernafasan) Lumbricus terrestis
Menunjukan sistem sirkulasi (sistem peredaran darah) Lumbricus terrestis
Menunjukan sistem neuromuscular (sistem syaraf & otot) Lumbricus terrestis
Menunjukkan apparatus genitalis Lumbricus terrestis
b. Artrhopoda
Menyebutkan dan mengetahui karakteristik Apis
Mengetahui serangga-serangga lain yang sering terkait dengan ternak (lalat, tungau, dan caplak)

1.3 Alat dan Bahan
Alat :
1. Pinset
2. Bak preparat
3. Plastik
Bahan :
Cacing tanah
Lebah
Beberapa serangga yang berhubungan dengan ternak
1.4 Cara Kerja
a. Lumbricus terrestis
1. Pelajari karakteristik cacing tanah
2. Lakukan pengamatan terhadap tingkah laku cacing
3. Diskusi
b. Arthropoda
1. Amati anatomi dan histologi dari serangga
2. Diskusi dengan asisten dosen
3. Buat laporan dalam lembar kerja

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Taksonomi
Phylum : Annelida
Class : Oligochaeta
Spesies : Lumbricus terrestis

Vermes (cacing)
Beberapa ahli menggolongkan bangsa cacing dalam satu phylum yaitu Vermes, berikut diuraikan tiga phylum yaitu :
I. Plathyhelminthes
II. Nemathelminthes
III. Annelida

I. Plathyhelminthes
Tanda-tanda :
Tubuhnya pipih seperti pita, lunak, simetris bilateral, serta tidak punya saluran darah
Kebanyakan hidup parasit pada organisme lain
Saluran pencernaan makanan hanya satu muara, hewan ini tidak punya anus
Alat ekskresi berupa sel-sel api, yang mempunyai saluran-saluran yang saling berhubungan
Alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat dalan satu individu

Plathyhelminthes dibagi tiga kelas :
· Turbellaria (cacing getar)
· Termatoda (cacing isap)
· Cestoda (cacing pita )

II. Nemathelminthes
Tanda-tanda :
Tubuhnya silindris, simetris bilateral dan tidak bersegmen
Saluran pencernaan makanan seperti pipa lurus dari mulut sampai ke anus
Heteroseksual
Tidak ada alat peredaran darah ataupun alat pernapasan
Hidup di air laut, di air tawar atau di darat
Hidupnya ada yang bebas di alam atau hidup parasit pada hewan lain

Nemathelminthes dibagi menjadi tiga kelas :
· Cacing perut (Ascaris lumbricus)
· Cacing tambang
· Cacing kremi (Oxyrus vermicularis)

III. Annelida
Tanda-tanda :
Tubuhnya simetri bilateral, silindris dan bersegmen-segmen. Pada permukaan tubuh terdapat sederetan sekat-sekat
Saluran pencernaan makanan dengan mulut di bagian muka dan anus di bagian belakang. Bagian-bagian alat pencernaan lengkap
Mempunyai rongga tubuh (coelom) yang berkembang dengan baik
Mempunyai peredaran darah tertutup, dalam darah mengandung hemoglobin
bernapas dengan kulit atau insang

Annelida dibagi menjadi empat kelas :
Polychaeta (cacing berambut banyak)
Eunice viridis (cacing wawo)
Lysidice cele (cacing palolo)
Olygochaeta (cacing berambut sedikit)

Lumbricus terrestis (cacing tanah)
Bentuk tubuh
Silindris memanjang, mulut terdapat pada segmen yang pertama sedangkan anus terdapat pada segmen terakhir. Untuk bergerak dapat dilakukan karena kondisi otot memanjang dan otot melingkar yang dimiliki cacing ini
Cacing tanah mempunyai saluran pencernaan makanan yang lengkap, serta peredaran darah yang sudah menggunakan pembuluh-pembuluh darah. Otot-otot tubuhnya terdiri dari otot memanjang dan otot melingkar tubuh
Sistem pencernaan makanan
Saluran pencernaan makanan terdiri atas :
Mulut pada segmen pertama
Pharynx
Kerongkongan
Crop (pelebaran dari kerongkongan)
Perut otot
Usus
Anus pada segmen terakhir
Sistem peredaran darah
Darah terdiri atas cairan plasma yang berisi sel darah putih (leukosit) serta hemoglobin
Sistem peredaran darahnya adalah tertutup, karena mengalir ke bagian-bagian tubuh melalui pembuluh darah. Darah dapat mengalir karena pekerjaan dari lima pasang jantung yang melingkar kerongkongan. Lima pasang jantung ini berhubungan dengan saluran darah punggung dan saluran darah perut. Darah dari jantung dipompa ke bagian-bagian tubuh. Darah kembali masuk ke jantung melalui saluran darah punggung.
Sistem respirasi
Respirasi dilakukan melalui difusi pada permukaan kulit
Perkembangbiakan
Cacing tanah termasuk hewan hermaphrodyt, namun demikian mereka melakukan perkawinan silang, dengan cara saling bertukar spermatozoid.
Peranan cacing tanah bagi kehidupan manusia
· Cacing tanah membantu proses pengubahan sampah-sampah menjadi senyawa organik yang berguna bagi tanaman.
· Lubang-lubang yang dibuat cacing tanah berguna untuk sirkulasi udara dan air tanah.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan
Serangga merupakan kelompok hewan yang sangat banyak memberikan keuntungan kepada manusia. Keuntungan itu diperoleh karena serangga :
Membantu penyerbukan ( Kupu-kupu)
Menghasilkan madu dan lilin (lebah)
Menyediakan sutera alam (ulat sutera)
Insekta yang makannya sampah membantu manusia dalam menghancurkan sampah (lalat)
Tidak sedikit juga serangga yang merugikan manusia. Kerugian itu disebabkan karena ada serangga yang :
Merusak hasil pertanian
Merusak kayu
Merusak pakaian
Merusak tanaman (kumbang kelapa)
Menularkan penyakit (lalat tse-tse, lalat kecoa, dan nyamuk)
Mengeluarkan bau (walang sangit dan kutu busuk)
Pada lebah ada tiga kelompok yaitu :
Ratu yang bertugas :
· Mengatur koloni
· Bertelur
· Hidupnya bertahun-tahun
Pekerja yang bertugas :
Membersihkan sarang
Memberi makan larva muda
Memberikan makan ratu, pejantan
Menyimpan makanan di sarang
Membangun sarang
Mencari makanan (nektar/pollen)
Mencari air dan propolis
Hidupnya kurang lebih 50 hari
Pejantan yang bertugas :
Mengawini ratu dan hidupnya berbulan-bulan

3.2 Pembahasan
Karakteristik serangga :
Tubuh bilateral simetris dan dapat dibedakan dengan jelas bagian kepala, dada dan perut. Pada kepala terdapat alat-alat seperti sepasang antena, mulut, mata faset dan mata otelus. Antenanya berfungsi untuk alat indera pembau, mulut serangga dilengkapi alat-alat yang disesuaikan dengan fungsi untuk mengunyah seperti labrum (bibir atas), mandibula (rahang belakang), maksila (rahang depan) dilengkapi Palpus labium (bibir bawah) dan Hipofaring (bangunan lidah). Dadanya terdiri atas tiga segmen prothoraks dan methatoraks yang terdapat dua pasang sayap.
Alat-alat dalamnya seperti alat pencernaan, alat pernafasan, alat peredaran, alat ekskresi, dan alat-alat reproduksi telah berkembang
Alat peredaran darah berupa jantung dan peredaran darahnya terbuka
Alat pernafasannya berupa trakhea yang bercabang-cabang ke seluruh jaringan tubuh.
Alat reproduksi terpisah, pembuatannya internal, pada serangga yang hidup parasit umumnya tidak mematikan hospesnya.
Sistem saraf tangga tali (ganglion), sistem ekskresi dengan tubulus malphigi.
Tidak memiliki rangka luar dari zat tanduk (kitin).
metamorfosis serangga ada dua macam :
· Metamorfosis tidak sempurna
Telur à nimfa muda à nimfa tua à dewasa.
Metanorfosis sempurna
Telur à larva (ulat) à kepompong (pupa) à dewasa

Cacing dibagi kedalam tiga bagian :
1. Nemathelminthes
Ciri-cirinya : Tubuh Tubuhnya silindris, simetris bilateral dan tidak bersegmen.
Saluran pencernaan makanan seperti pipa lurus dari mulut sampai ke anus.
Heteroseksual tidak ada alat peredaran darah ataupun alat pernapasan

2. Plathyhelminthes
Tanda-tanda :
Tubuhnya pipih seperti pita, lunak, simetris bilateral, serta tidak punya saluran darah
Kebanyakan hidup parasit pada organisme lain
Saluran pencernaan makanan hanya satu muara, hewan ini tidak punya anus
Alat ekskresi berupa sel-sel api, yang mempunyai saluran-saluran yang saling berhubungan
Alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat dalam satu individu
3. Annelida
Tanda-tanda :
Tubuhnya simetri bilateral, silindris dan bersegmen-segmen. Pada permukaan tubuh terdapat sederetan sekat-sekat.
Saluran pencernaan makanan dengan mulut di bagian muka dan anus di bagian belakang. Bagian-bagian alat pencernaan lengkap.
Mempunyai rongga tubuh (coelom) yang berkembang dengan baik.
Mempunyai peredaran darah tertutup, dalam darah mengandung hemoglobin
bernapas dengan kulit atau insang.


Lebah memiliki karakteristik sebagai berikut :
Lebah memiliki bagian mulut yang berfungsi menghisap dan mengunyah.
Lebah mengalami metamorfosis yang sempurna.
Sumber bahan pakan berasal dari pollen (tepung sari) dan nektar (cairan manis di bunga) atau ekstrafloral (cairan manis pada bagian tanaman selain bunga).
Hidup berkoloni secara permanen, selain itu dikenal tiga kelompok lebah : Ratu, pekerja, dan pejantan.
Tubuh lebah ditutupi oleh rambut dengan barbae yang pendek sebagai tempat sementara menempelnya butiran pollen. Terdapat juga antena comb untuk memisahkan pollen. Pollen brush berfungsi untuk mengumpulkan pollen dari bagian tubuh depan, dan semua merupakan struktur dan fungsi lebah.
Sedangkan untuk sistem reproduksi yaiutu, setelah tujuh hari ratu muda dikawini pejantan. Pada musim nektar ratu menghasilkan 1000 ekor/hari. Setelah dua hari larva diberi makan royal jelly yang dihasilkan kelenjar pharynggeal dari pekerja muda.

Arthtropoda dibagi menjadi empat kelas yaitu :
· Kelas Insekta atau golongan serangga
· Kelas Crustacea atau golongan udang
· Kelas Arachnida atau golongan laba-laba.
· Kelas Myriapoda atau golongan kaki seribu.

Serangga dibagi kedalam sebelas ordo yaitu :
Ordo Lepidoptera (sayap bersisik) contoh : kupu-kupu dan ngengat.
Ordo Orthoptera (sayap lurus) contoh : lipas, jangkrik dan belalang.
Ordo Neurotera (sayap jala) contoh : undur-undur.
Ordo Archiptera (sayap asli) contoh : rayap, capung, dan laron.
Ordo Rhynchota (berbau busuk) contoh : walang sangit.
Ordo Hemiptera (sayap yang berlaput) contoh : kutu busuk.
Ordo Lepidoptera (tak bersayap) contoh : kutu buku.
Ordo Diptera (bersayap dua) contoh : lalat dan nyamuk.
Ordo Coeloptera (bersayap perisai) contoh : kumbang.
Ordo Hymenoptera (sayap selaput) contoh : lebah, semut, dan tawon.
Ordo Siphanoptera (bangsa kutu) contoh : kutu kucing.

Berdasarkan dari hasil penelitian, Arthtropoda dan Lumbricus terrestis memiliki banyak perbedaan-perbedaan berikut :
1. Berkelamin terpisah/Dioseus.
2. Umumnya tidak memiliki sekat internal.
3. Terjadi pemusatan organ pernapasan, ekskresi dan reproduksi.
4. Tidak ditemukan adanya silia/bulu getar.

BAB VI
KESIMPULAN

1.1 Kesimpulan
Arthtropoda dan Lumbricus terrestis termasuk hewan tak bertulang belakang. Hewan tak bertulang dibagi menjadi tujuh phylum : Protozoa, Porifera, Coelenterata, Vermes, Arthtropoda, Mollusca, dan Echinodermata. Berdasarkan bentuk tubuhnya cacing dibagi menjadi tiga, yaitu : Plathyhelminthes, Nemathelminthes, dan Annelida. Berdasarkan hubungannya dengan manusia dan cacing ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan manusia. Jenis cacing yang menguntungkan manusia contohnya cacing polio, cacing wawo, dan cacing tanah. Jenis cacing yang merugikan contohnya cacing pita, cacing hati, cacing tambang, dan cacing perut.
Arthtropoda memiliki atas tiga bagian yaitu : kepala (caput), Dada (thorax), dan badan belakang (abdomen), kepala mempunyai mata, antena dan alat-alat mulut. Pada bagian dada terdiri atas tiga segmen, masing-masing mempunyai sepasang kaki hingga serangga mempunyai enam kaki ini disebut heksapoda. Badan belakang tidak mempunyai kaki, jumlah segmen berbeda, biasanya tidak lebih dari 11 segmen. Sebagian akhir segmen abdomen bermodifikasi sebagai alat kelamin, pernafasan dilakukan trachea yang berupa tabung udara, peredaran darah terbuka, darahnya tidak berwarna, pembiakan dengan telur (ovipar). Serangga dalam hidupnya mengalami metamorfosa. Susunan sarafnya berupa tangga tali bedanya dengan sistem saraf cacing yaitu susunan saraf serangga terdiri dari : Simpul saraf otak, simpul saraf kerongkongan, simpul saraf perut. Dengan demikian seolah-olah hanya ada satu benang saraf pada poros badannya. Sistem ekskresi pada serangga berupa tubulus malphigi.
Lumbricus terrestis sistem respirasinya melalui difusi pada permukaan kulit, sistem ekskresi oleh nefridium, sistem reproduksi hermaprodit, sistem pencernaan pada Lumbricus terrestis yaitu rongga mulut, pharynk, esofagus, tembolok, gizzard (lambung menebal), usus. Hidupnya parasit atau bebas.

1.2 Saran

1. Sosialisasi hewan-hewan yang sangat produktif sangat diperlukan oleh masyarakat kita, seperti hewan-hewan pada percobaan agar manfaat yang dapat diraih lebih maksimal yang mudah-mudahan dengan pemanfaatan hewan-hewan tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat.
2. Agar sasaran dan tujuan percobaan ini dapat dimengerti dan dipahami oleh praktikan lebih dalam sehingga bisa diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Alat-alat dan bahan praktikum sebaiknya lebih lengkap dan diprioritaskan untuk perorangan yang dimaksud agar praktikan lebih paham dan mengerti agar memperoleh hasil yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar